Menulis kode dengan cepat dan tetap rapi adalah impian setiap programmer. Namun, sering kali kecepatan berbanding terbalik dengan kualitas. Banyak developer yang terburu-buru menulis kode demi mengejar deadline, tapi hasilnya justru membuat proyek jadi sulit dibaca, sulit dirawat, dan penuh bug. Padahal, efisiensi dalam menulis kode bukan hanya soal mengetik cepat, tapi juga tentang berpikir sistematis, memahami konteks proyek, dan menggunakan alat bantu dengan bijak. Artikel ini akan membahas berbagai trik menulis kode lebih cepat dan rapi tanpa mengorbankan kualitas, agar kamu bisa bekerja seperti developer profesional.
Gunakan Editor atau IDE yang Tepat
Pemilihan editor adalah fondasi penting dalam produktivitas ngoding. Gunakan IDE atau code editor yang sesuai dengan kebutuhan dan bahasa pemrogramanmu.
Contohnya:
-
VS Code: ringan, cepat, dan memiliki ribuan ekstensi.
-
JetBrains (IntelliJ, PhpStorm, PyCharm): lengkap dan powerful untuk proyek besar.
-
Sublime Text: cepat dengan fitur multiple cursor dan snippet.
Jangan lupa manfaatkan fitur seperti:
-
Auto-completion
-
Syntax highlighting
-
Code formatting otomatis
-
Multi-file search
Semua ini membantu kamu menulis kode lebih cepat dan mengurangi kesalahan ketik.
Gunakan Snippet dan Template
Snippet adalah potongan kode siap pakai yang bisa kamu panggil kapan saja. Misalnya, di VS Code kamu bisa mengetik for lalu tekan Tab, dan editor langsung melengkapi struktur loop secara otomatis.
Buat snippet sendiri untuk pola kode yang sering kamu tulis, seperti:
-
Template fungsi
-
Struktur HTML dasar
-
Query database
-
Komponen UI berulang
Dengan snippet, kamu bisa memangkas waktu pengetikan hingga 50%, sambil memastikan konsistensi kode di seluruh proyek.
Terapkan Aturan Format Otomatis
Kerapian kode bukan hanya soal estetika — tapi juga soal keterbacaan dan kolaborasi. Gunakan formatter otomatis seperti:
-
Prettier (JavaScript, HTML, CSS)
-
Black (Python)
-
PHP CS Fixer (PHP)
-
clang-format (C/C++)
Atur editor agar secara otomatis memformat kode setiap kali disimpan. Dengan begitu, kamu tak perlu repot menata indentasi, spasi, atau tanda kurung.
Gunakan Linter untuk Cegah Kesalahan Sejak Dini
Linter membantu mendeteksi kesalahan kecil dalam kode sebelum dijalankan. Misalnya:
-
Variabel tidak terpakai
-
Typo dalam nama fungsi
-
Struktur sintaks tidak sesuai standar
Gunakan alat seperti ESLint, Pylint, atau PHPCS.
Linter membuat kamu tidak hanya menulis cepat, tapi juga menulis benar sejak awal.
Belajar Mengetik Tanpa Melihat Keyboard
Ini mungkin terdengar klasik, tapi kecepatan mengetik punya dampak besar. Semakin sedikit kamu melihat keyboard, semakin fokus kamu pada logika program.
Latih kemampuan mengetik dengan situs seperti:
-
typing.com
- keybr.com
Semakin mahir kamu mengetik, semakin cepat kamu mengubah ide menjadi baris kode nyata.
Gunakan Shortcut Keyboard Secara Maksimal
Hampir semua editor punya keyboard shortcut untuk mempercepat navigasi dan manipulasi kode.
Contohnya di VS Code:
-
Ctrl + P→ buka file dengan cepat -
Ctrl + D→ pilih kata berikutnya yang sama -
Alt + Up/Down→ pindahkan baris kode -
Ctrl + /→ komentar atau hapus komentar
Pelajari shortcut yang sering kamu gunakan. Setelah terbiasa, kamu bisa menghemat waktu hingga berjam-jam setiap minggu.
Pecah Kode Jadi Fungsi Kecil dan Modular
Menulis kode panjang tanpa struktur justru memperlambat proses debugging dan pemeliharaan. Biasakan memecah kode menjadi fungsi kecil yang punya satu tanggung jawab.
Contoh:
// Buruk
function processData(data) {
// kode panjang dan rumit
}
// Lebih baik
function validateData(data) { ... }
function cleanData(data) { ... }
function calculateResult(data) { ... }
function processData(data) {
validateData(data);
cleanData(data);
return calculateResult(data);
}
Kode modular lebih cepat ditulis ulang, lebih mudah diuji, dan lebih gampang dibaca oleh tim lain.
Gunakan Git untuk Mengatur Versi dan Eksperimen
Git bukan hanya alat untuk menyimpan kode, tapi juga alat berpikir cepat.
Dengan Git, kamu bisa membuat branch baru untuk bereksperimen tanpa takut merusak versi utama.
Contohnya:
git checkout -b fitur-login
Setelah selesai dan yakin, kamu bisa merge kembali:
git merge fitur-login
Dengan kebiasaan ini, kamu bisa menulis cepat, bereksperimen bebas, dan tetap menjaga kualitas kode utama.
Pelajari Desain Pattern dan Prinsip Clean Code
Semakin banyak kamu memahami pola desain (design patterns) dan prinsip clean code, semakin cepat kamu menulis solusi tanpa harus memikirkan struktur dari nol.
Beberapa prinsip penting:
-
DRY (Don’t Repeat Yourself)
-
KISS (Keep It Simple, Stupid)
-
SOLID principles
Dengan menerapkan prinsip ini, kamu bisa fokus pada logika bisnis, bukan sekadar “menyusun kode”.
Gunakan Tools Otomatisasi
Automasi membuat alur kerja lebih cepat. Beberapa contoh:
-
npm scripts / Gulp / Webpack untuk build otomatis
-
Live Server agar setiap perubahan langsung terlihat
-
CI/CD tools seperti GitHub Actions atau Jenkins
Kamu tidak perlu melakukan hal-hal berulang secara manual setiap kali menulis kode. Biarkan tool melakukannya untukmu.
Kesimpulan
Menulis kode cepat dan rapi bukan tentang seberapa cepat jari kamu menekan keyboard, tapi seberapa efektif kamu mengatur alur kerja dan berpikir secara terstruktur. Dengan memanfaatkan editor yang tepat, shortcut, snippet, formatter, dan prinsip clean code, kamu bisa menghasilkan kode yang efisien, konsisten, dan tetap berkualitas tinggi.
Programmer hebat bukan yang menulis paling cepat, tapi yang menulis paling bijak.
Jadi, mulai sekarang, perhatikan bukan hanya berapa cepat kamu menulis kode, tapi seberapa baik kode itu bisa dipahami dan digunakan kembali.