Apa Itu Tailwind CSS dan Mengapa Banyak Developer Beralih dari Bootstrap

By | 30 October 2025

Dalam dunia pengembangan web modern, framework CSS menjadi alat penting untuk mempercepat proses styling tampilan website. Selama bertahun-tahun, Bootstrap mendominasi sebagai framework paling populer berkat kemudahan dan komponen siap pakainya. Namun, belakangan ini, muncul pesaing kuat bernama Tailwind CSS — framework modern yang mengubah cara developer menulis dan berpikir tentang CSS. Banyak developer mulai meninggalkan Bootstrap dan beralih ke Tailwind karena pendekatan utility-first, kecepatan styling, dan fleksibilitas kustomisasinya.

Tutorial ini akan membahas secara mendalam apa itu Tailwind CSS, perbedaannya dengan Bootstrap, dan mengapa framework ini menjadi pilihan favorit para web developer masa kini.

Apa Itu Tailwind CSS?

Tailwind CSS adalah framework CSS yang berfokus pada pendekatan utility-first, artinya kamu menulis gaya langsung di dalam elemen HTML menggunakan kelas-kelas kecil (utility classes).
Framework ini dikembangkan oleh Adam Wathan dan dirilis secara publik pada tahun 2017.

Berbeda dari Bootstrap yang menyediakan komponen siap pakai seperti tombol, card, dan navbar, Tailwind CSS menyediakan kelas-kelas kecil yang modular seperti:

<div class="bg-blue-500 text-white p-4 rounded-lg shadow-lg">
  Hello, Tailwind!
</div>

Daripada menggunakan class seperti .btn atau .card milik Bootstrap, Tailwind memecah gaya menjadi unit kecil seperti:

  • bg-blue-500 → mengatur warna latar belakang biru.

  • text-white → mengatur warna teks putih.

  • p-4 → padding 1rem.

  • rounded-lg → sudut melengkung besar.

  • shadow-lg → bayangan besar.

Hasilnya, kamu bisa mengatur tampilan dengan sangat cepat tanpa harus menulis CSS kustom.

Konsep Utility-First: Inti dari Tailwind CSS

Konsep utama Tailwind adalah utility-first, yang berarti kamu membangun desain dari kumpulan kelas utilitas kecil yang langsung memengaruhi tampilan elemen.

Daripada menulis CSS seperti ini:

.button-primary {
  background-color: #3b82f6;
  color: #fff;
  padding: 10px 20px;
  border-radius: 8px;
}

Kamu cukup menulis HTML seperti ini:

<button class="bg-blue-500 text-white py-2 px-4 rounded-md hover:bg-blue-600">
  Tombol Tailwind
</button>

Keuntungannya:

  • Tidak perlu membuat file CSS panjang.

  • Desain langsung terlihat saat coding.

  • Setiap komponen bisa dikustomisasi secara unik tanpa saling bertabrakan.

Inilah alasan mengapa Tailwind disebut “utility-first CSS framework” — bukan sekadar kumpulan template, tapi kumpulan alat fleksibel untuk membangun desain dari nol.

Kecepatan Styling: Tailwind Lebih Cepat dan Efisien

Salah satu alasan utama developer beralih ke Tailwind adalah kecepatan dalam membuat tampilan.

⚡ 1. Tidak Perlu Gaya Kustom

Dengan Tailwind, kamu tidak perlu membuka file CSS terpisah untuk menulis gaya baru. Semua sudah tersedia dalam bentuk class.
Misalnya, ingin menambahkan jarak, warna, atau ukuran font, cukup tambahkan class-nya langsung di HTML.

⚡ 2. Real-Time Design

Banyak developer merasa Tailwind seperti bekerja live — karena saat menulis class, perubahan langsung terlihat di browser melalui tools seperti Vite, Next.js, atau Laravel Mix.

⚡ 3. Produksi Lebih Cepat

Tailwind CSS dikompilasi menggunakan sistem JIT (Just-In-Time) yang hanya menghasilkan CSS sesuai class yang digunakan.
Hasilnya, ukuran file akhir jadi sangat kecil dan ringan, membuat website lebih cepat dimuat.

Keunggulan Kustomisasi di Tailwind CSS

Bootstrap menawarkan desain default yang seragam, namun sering kali semua website berbasis Bootstrap terlihat mirip.
Sebaliknya, Tailwind memberi kebebasan penuh untuk membuat tampilan unik dan sesuai brand.

Berikut keunggulan kustomisasi Tailwind:

1. Konfigurasi Mudah

Tailwind menggunakan file tailwind.config.js yang memungkinkan developer:

  • Menambah warna khusus.

  • Mengatur font global.

  • Mengubah spacing, border, atau shadow.

Contoh konfigurasi:

// tailwind.config.js
module.exports = {
  theme: {
    extend: {
      colors: {
        brand: '#ff5733',
      },
      fontFamily: {
        heading: ['Poppins', 'sans-serif'],
      },
    },
  },
}

Dengan ini, kamu bisa menggunakan class bg-brand atau font-heading di seluruh proyek tanpa menulis CSS manual.

2. Tidak Terikat Desain Default

Bootstrap memberi gaya bawaan seperti tombol biru atau form abu-abu.
Sementara Tailwind bersifat tanpa opini (unopinionated) — tampilannya netral, memberi ruang kreatif penuh bagi desainer.

3. Skalabilitas Tinggi

Tailwind memudahkan proyek besar dengan banyak halaman karena gaya dikelola melalui utility class yang konsisten.
Tidak ada risiko CSS “bertabrakan” antar komponen, seperti yang sering terjadi di framework konvensional.

Mengapa Banyak Developer Beralih dari Bootstrap ke Tailwind

Berikut alasan utama mengapa Tailwind kini menjadi primadona di kalangan web developer:

1. Desain Unik, Tidak Terlihat “Bootstrap-Look”

Website berbasis Bootstrap sering memiliki tampilan mirip karena komponen default-nya.
Tailwind memungkinkan setiap proyek memiliki gaya unik sesuai kebutuhan brand.

⚙️ 2. Lebih Sedikit CSS Duplikat

Bootstrap sering membutuhkan override CSS untuk menyesuaikan tampilan, yang bisa membuat kode berantakan.
Tailwind langsung menggunakan class yang diperlukan — tanpa menimpa gaya lama.

3. Integrasi Mudah dengan Framework Modern

Tailwind terintegrasi dengan baik dalam framework modern seperti:

  • Next.js

  • React

  • Vue.js

  • Laravel

  • Nuxt.js

Sementara Bootstrap masih sangat bergantung pada HTML statis dan jQuery (meskipun Bootstrap 5 sudah mulai mandiri).

⚡ 4. File CSS Lebih Ringan

Dengan sistem JIT, file CSS Tailwind hanya memuat class yang benar-benar digunakan.
Bootstrap, di sisi lain, membawa seluruh library CSS bahkan jika kamu tidak menggunakan sebagian besar komponennya.

5. Produktivitas Developer Meningkat

Karena styling dilakukan langsung di HTML, developer front-end bisa bekerja lebih cepat tanpa harus berulang kali berpindah ke file CSS.
Tailwind membuat kolaborasi antara desainer dan developer menjadi lebih efisien.

Kelemahan Tailwind (yang Perlu Kamu Tahu)

Walau punya banyak keunggulan, Tailwind tidak sempurna. Ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan:

  1. HTML Bisa Terlihat “Penuh”
    Karena semua class styling ditulis langsung di elemen, file HTML bisa tampak padat.

  2. Belajar Awal Sedikit Curam
    Developer baru perlu waktu untuk menghafal class seperti mt-4, p-2, bg-slate-700, dll.

  3. Tidak Ada Komponen Siap Pakai
    Bootstrap memiliki tombol, card, dan modal langsung pakai.
    Tailwind tidak — tapi kamu bisa menggunakan library tambahan seperti Flowbite atau DaisyUI.

Namun, bagi banyak developer, fleksibilitas dan kecepatan Tailwind tetap lebih unggul dibanding keterbatasan tersebut.

Kesimpulan

Tailwind CSS menghadirkan revolusi dalam dunia pengembangan front-end dengan pendekatan utility-first yang membuat proses styling lebih cepat, fleksibel, dan mudah disesuaikan.
Dengan sistem JIT compiler, file yang dihasilkan menjadi ringan, dan kustomisasi penuh memberi kebebasan bagi developer untuk menciptakan desain unik tanpa batasan gaya default.

Sementara Bootstrap tetap relevan untuk proyek cepat dengan komponen siap pakai, Tailwind CSS kini menjadi pilihan utama bagi mereka yang menginginkan kecepatan pengembangan, kebebasan desain, dan efisiensi kode.

Jadi, jika kamu ingin beralih ke framework modern yang efisien dan fleksibel, sekaranglah saatnya mencoba Tailwind CSS.