Sebelum meluncurkan website ke internet, kebanyakan developer memilih untuk membangun dan mengujinya di localhost terlebih dahulu. Localhost adalah server lokal di komputer yang memungkinkan kamu menjalankan situs seperti layaknya di server online, tetapi tanpa koneksi internet. Salah satu cara termudah untuk membuat lingkungan lokal ini adalah menggunakan XAMPP — sebuah paket software yang berisi Apache, MySQL, PHP, dan Perl. Dengan XAMPP, kamu bisa menginstal WordPress secara offline untuk belajar, bereksperimen, atau membangun website sebelum diunggah ke hosting sebenarnya. Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari cara menginstal WordPress di localhost menggunakan XAMPP dengan langkah-langkah lengkap dan mudah dipahami, cocok untuk pemula yang baru belajar membuat website.
Apa Itu XAMPP dan Mengapa Diperlukan untuk WordPress
Sebelum memulai instalasi, penting untuk memahami apa itu XAMPP.
XAMPP adalah singkatan dari:
-
X = Cross-platform (bisa digunakan di Windows, macOS, dan Linux)
-
A = Apache (web server)
-
M = MySQL/MariaDB (database server)
-
P = PHP (bahasa pemrograman WordPress)
-
P = Perl
XAMPP bertugas menyediakan lingkungan server lokal, sehingga WordPress dapat dijalankan di komputer tanpa perlu hosting online.
Dengan XAMPP, kamu bisa:
-
Mengembangkan website WordPress secara offline.
-
Mencoba tema dan plugin tanpa risiko merusak situs asli.
-
Belajar konfigurasi WordPress dengan aman.
-
Menghemat biaya hosting selama proses belajar atau pengembangan.
Langkah 1: Download dan Instal XAMPP
-
Kunjungi situs resmi XAMPP
Buka https://www.apachefriends.org, lalu pilih versi sesuai sistem operasi kamu (Windows, macOS, atau Linux). -
Jalankan installer XAMPP
Setelah diunduh, buka file installer dan ikuti panduan instalasi standar.
Umumnya kamu bisa langsung klik Next hingga proses selesai. - Buka XAMPP Control Panel
Setelah instalasi, jalankan XAMPP Control Panel dari desktop atau Start Menu.
Kemudian, klik Start pada modul: Apache (untuk web server) dan MySQL (untuk database)
Jika keduanya berjalan dengan baik, statusnya akan berubah menjadi hijau — artinya server lokal kamu sudah aktif.
Langkah 2: Download WordPress
Langkah selanjutnya adalah mengunduh file WordPress.
- Buka situs resmi https://wordpress.org/download/
-
Klik tombol Download WordPress untuk mendapatkan versi terbaru (biasanya berupa file ZIP).
-
Setelah selesai, ekstrak file ZIP tersebut.
-
Kamu akan mendapatkan folder bernama wordpress yang berisi semua file CMS WordPress.
Langkah 3: Pindahkan File WordPress ke Folder XAMPP
Agar WordPress bisa diakses melalui localhost, file-nya harus disimpan di folder XAMPP.
- Buka folder instalasi XAMPP di komputer kamu.
Biasanya terletak di:C:\xampp\htdocs
-
Pindahkan folder wordpress hasil ekstrak tadi ke dalam folder htdocs.
-
(Opsional) Ubah nama folder menjadi nama proyek kamu, misalnya:
C:\xampp\htdocs\projekku
Dengan begitu, website lokal kamu nantinya bisa diakses melalui:
http://localhost/projekku
Langkah 4: Buat Database untuk WordPress
Sebelum WordPress bisa diinstal, kamu harus membuat database terlebih dahulu.
-
Buka browser, lalu ketik:
http://localhost/phpmyadmin
-
Klik menu Databases di bagian atas.
-
Buat database baru dengan nama sesuai keinginan, misalnya:
wordpress_db
- Klik Create — tidak perlu membuat tabel manual karena WordPress akan melakukannya secara otomatis saat instalasi.
Langkah 5: Jalankan Instalasi WordPress
Setelah semuanya siap, sekarang waktunya menjalankan instalasi WordPress di localhost.
-
Buka browser, lalu akses:
http://localhost/wordpress
(atau
http://localhost/projekkujika kamu mengganti nama folder sebelumnya). - Pilih bahasa yang ingin digunakan, lalu klik Lanjutkan.
-
Pada halaman konfigurasi database, isi sesuai dengan data berikut:
-
Database Name: nama database yang kamu buat (misalnya:
wordpress_db) -
Username:
root -
Password: (biarkan kosong)
-
Database Host:
localhost -
Table Prefix:
wp_(biarkan default atau ubah sesuai kebutuhan)
Klik Submit, lalu Run the Installation.
-
-
Isi informasi situs:
-
Site Title: Nama situs kamu
-
Username: untuk login ke dashboard
-
Password: buat kata sandi yang aman
-
Your Email: alamat email aktif
-
-
Klik Install WordPress.
Setelah proses selesai, kamu akan melihat pesan:
“Success! WordPress has been installed.”
Kamu bisa langsung login ke dashboard melalui:
http://localhost/wordpress/wp-admin
Atau jika nama folder kamu berbeda:
http://localhost/projekku/wp-admin
Langkah 6: Login dan Mulai Mengelola Situs
Masukkan username dan password yang kamu buat sebelumnya untuk masuk ke dashboard.
Di sini kamu bisa:
-
Mengganti tema (Appearance → Themes)
-
Menambahkan plugin (Plugins → Add New)
-
Membuat halaman dan postingan
-
Mengatur menu navigasi
Karena kamu bekerja di localhost, semua perubahan bisa dilakukan tanpa koneksi internet dan tanpa memengaruhi situs online mana pun.
Tips Tambahan: Menjalankan WordPress Secara Offline
✅ Gunakan XAMPP setiap kali ingin membuka situs lokal.
Kamu harus memastikan Apache dan MySQL di Control Panel aktif.
✅ Backup folder dan database lokal.
Untuk menyimpan progres proyek kamu, backup folder di htdocs dan database dari phpMyAdmin.
✅ Migrasikan ke hosting online.
Jika situs sudah siap, kamu bisa memindahkannya ke server hosting menggunakan plugin seperti All-in-One WP Migration atau Duplicator.
Kelebihan Belajar WordPress di Localhost
Menginstal WordPress di localhost memiliki banyak manfaat, antara lain:
-
Gratis dan cepat: Tidak perlu beli domain atau hosting.
-
Aman untuk eksperimen: Cocok untuk mencoba tema dan plugin baru.
-
Performa maksimal: Tidak tergantung koneksi internet.
-
Belajar tanpa risiko: Semua perubahan hanya tersimpan di komputer lokal.
Dengan cara ini, kamu bisa menguasai WordPress lebih cepat sebelum mengelola situs online sungguhan.
Kesimpulan
Menginstal WordPress di localhost menggunakan XAMPP adalah langkah terbaik untuk pemula yang ingin belajar membuat website tanpa biaya dan risiko. Cukup dengan beberapa langkah sederhana — instal XAMPP, buat database, dan jalankan instalasi WordPress — kamu sudah bisa membangun situs pribadi atau proyek web secara offline.
Begitu kamu memahami proses ini, langkah selanjutnya adalah memindahkan website ke hosting online agar bisa diakses oleh semua orang di internet.
Jadi, jangan ragu untuk mencoba sekarang juga. Dengan WordPress di localhost, kamu bisa bereksperimen tanpa batas dan meningkatkan kemampuan web development kamu dari nol.