Cara Mengubah URL dan Pengaturan Umum di WordPress

By | 7 November 2025

Salah satu alasan WordPress menjadi platform favorit banyak web developer adalah fleksibilitasnya dalam pengaturan. Dari tampilan hingga struktur URL, semua bisa disesuaikan sesuai kebutuhan. Namun, banyak pengguna pemula yang belum tahu cara mengubah URL dan pengaturan umum di WordPress dengan benar. Padahal, pengaturan ini sangat penting karena berpengaruh langsung terhadap tampilan situs, aksesibilitas, dan SEO. Dalam panduan ini, kita akan membahas langkah-langkah lengkap untuk menyesuaikan pengaturan umum WordPress, mulai dari nama situs, tagline, alamat URL, hingga pengaturan waktu dan bahasa. Dengan memahami fitur ini, kamu bisa mengelola situs dengan lebih profesional dan efisien.

Mengenal Menu Pengaturan Umum WordPress

Setelah berhasil menginstal WordPress, langkah pertama yang sebaiknya kamu lakukan adalah menyesuaikan pengaturan dasarnya. Semua pengaturan ini bisa kamu temukan di:
Dashboard → Settings → General

Di sini, kamu akan menemukan berbagai opsi dasar seperti:

  • Site Title (Judul Situs)

  • Tagline (Deskripsi singkat situs)

  • WordPress Address (URL)

  • Site Address (URL situs)

  • Admin Email Address

  • Membership dan Default Role

  • Timezone, Date Format, dan Language

Masing-masing pengaturan ini memiliki fungsi penting yang menentukan identitas dan cara situsmu tampil di internet.

Mengubah Judul dan Tagline Situs

Site Title (Judul Situs)

Judul situs adalah nama utama website yang biasanya muncul di tab browser dan hasil pencarian Google.
Contoh: Belajar Web Development Indonesia.

Untuk menggantinya:

  1. Masuk ke Dashboard WordPress.

  2. Klik Settings → General.

  3. Ubah kolom Site Title sesuai nama situs kamu.

  4. Klik Save Changes di bagian bawah halaman.

Tagline (Deskripsi Singkat)

Tagline adalah kalimat pendek yang menjelaskan tujuan atau topik utama situsmu.
Contoh: Tempat Belajar Coding untuk Pemula.

Tips SEO: gunakan tagline yang mengandung kata kunci utama situsmu, tapi tetap natural.

Mengatur URL WordPress dan Site Address

Ini adalah bagian paling penting dalam pengaturan umum WordPress, terutama untuk pengelolaan domain dan SEO.

WordPress Address (URL)

Alamat ini menunjukkan di mana file instalasi WordPress disimpan. Biasanya berupa:

https://namadomain.com

atau jika diinstal dalam subfolder:

https://namadomain.com/blog

Site Address (URL)

Alamat ini adalah URL publik yang digunakan pengunjung untuk mengakses situsmu.
Dalam banyak kasus, nilai WordPress Address dan Site Address sama.

⚠️ Catatan penting: Jangan asal mengubah dua kolom ini tanpa tahu dampaknya. Jika salah mengetik URL, situsmu bisa error atau tidak bisa diakses.

Jika kamu ingin memindahkan situs dari http ke https, cukup tambahkan huruf “s” pada kolom tersebut:

https://namadomain.com

Pastikan SSL sudah aktif di hosting kamu sebelum menyimpannya.

Mengubah URL WordPress Lewat phpMyAdmin (Jika Tidak Bisa Akses Dashboard)

Kadang, perubahan URL di menu Settings membuat situs error (misalnya “Too Many Redirects”). Dalam kasus seperti ini, kamu bisa memperbaiki langsung lewat database.

Langkah-langkahnya:

  1. Login ke cPanel → buka phpMyAdmin.

  2. Pilih database WordPress kamu.

  3. Buka tabel wp_options.

  4. Cari dua baris dengan nama siteurl dan home.

  5. Klik Edit, lalu ubah nilainya sesuai domain baru. Contoh:

    siteurl → https://namadomainbaru.com
    home → https://namadomainbaru.com
  6. Klik Save.

Setelah itu, coba akses kembali situsmu. Biasanya WordPress akan langsung menggunakan URL baru tersebut.

Menyesuaikan Alamat Email Administrator

Bagian ini menentukan alamat email utama untuk menerima notifikasi dari situs, seperti komentar baru, permintaan reset password, atau update plugin.

Untuk menggantinya:

  1. Masuk ke Settings → General.

  2. Temukan kolom Administration Email Address.

  3. Ganti dengan email aktif kamu.

  4. Simpan perubahan.

WordPress akan mengirimkan email konfirmasi ke alamat baru sebelum mengaktifkannya.

Pengaturan Membership dan Default Role

WordPress mendukung sistem multi-user, artinya kamu bisa membuka pendaftaran bagi pengunjung.

  • Membership: Centang opsi Anyone can register jika ingin mengizinkan pengguna baru mendaftar.

  • New User Default Role: Pilih peran default untuk pengguna baru (biasanya Subscriber agar aman).

Kamu juga bisa mengubahnya menjadi Contributor, Author, atau Editor tergantung kebutuhan situsmu.

Mengatur Zona Waktu, Format Tanggal, dan Bahasa

Agar situs tampil sesuai waktu lokal dan mudah dipahami pengguna, jangan lupa mengatur bagian ini.

  • Timezone: Pilih zona waktu sesuai lokasi kamu (misalnya UTC+7 Jakarta).

  • Date Format dan Time Format: Pilih gaya penulisan tanggal yang kamu suka, misalnya d M Y (01 Jan 2025).

  • Site Language: Jika target audiensmu adalah orang Indonesia, pilih Bahasa Indonesia.

Pengaturan ini terlihat sederhana tapi penting, terutama untuk blog dan situs berita yang rutin mempublikasikan konten.

Mengubah URL Struktur Permalink (Tambahan untuk SEO)

Selain pengaturan umum, kamu juga perlu memperhatikan struktur URL postingan.

Masuk ke: Settings → Permalinks

Kamu bisa memilih beberapa format:

  • Plain: ?p=123 (tidak SEO-friendly)

  • Day and Name: /2025/11/02/nama-artikel/

  • Post Name: /nama-artikel/ (paling direkomendasikan untuk SEO)

Setelah memilih format yang sesuai, klik Save Changes.
Struktur URL yang jelas dan bersih akan membantu Google memahami topik kontenmu dengan lebih baik.

Mengatasi Masalah Setelah Mengubah URL

Kadang setelah mengubah URL situs, kamu mungkin menemui error seperti:

  • “Too Many Redirects”

  • “404 Not Found”

  • Tampilan situs berantakan

Berikut solusi yang bisa dicoba:

  1. Hapus cache browser dan cache plugin (jika ada).

  2. Cek file .htaccess — pastikan strukturnya benar.

  3. Pastikan SSL aktif jika kamu sudah mengubah ke https.

  4. Jika masih error, ubah kembali URL lewat phpMyAdmin seperti dijelaskan di atas.

Tips Penting Sebelum Mengubah URL

  • Backup situs dan database terlebih dahulu.

  • Gunakan plugin Redirect (seperti Redirection) jika berpindah domain agar SEO tidak hilang.

  • Pastikan link internal diperbarui sesuai URL baru.

  • Gunakan plugin SSL (seperti Really Simple SSL) jika ingin migrasi dari http ke https.

Kesimpulan

Mengubah URL dan pengaturan umum di WordPress adalah langkah penting yang menentukan identitas dan profesionalitas situsmu. Dengan menyesuaikan pengaturan dari awal, kamu bisa memastikan bahwa situs berjalan dengan baik, mudah diakses, dan ramah mesin pencari. Baik kamu seorang blogger, pebisnis online, atau developer web, memahami bagian pengaturan WordPress akan membuatmu lebih percaya diri dalam mengelola website secara mandiri.

Ingat, selalu lakukan backup sebelum mengubah URL dan pastikan konfigurasi sesuai agar situs tetap stabil. Dengan langkah-langkah di atas, kamu kini siap mengoptimalkan WordPress-mu ke level yang lebih profesional!