Cara Install Git di Windows, macOS, dan Linux Lengkap dengan Konfigurasinya

By | 6 November 2025

Git adalah sistem kontrol versi (Version Control System) yang paling populer di dunia pemrograman modern. Hampir semua proyek pengembangan software — baik kecil maupun besar — menggunakan Git untuk melacak perubahan kode, berkolaborasi, dan menjaga integritas proyek. Namun, sebelum bisa menggunakan Git, kamu harus menginstalnya terlebih dahulu di perangkatmu. Proses instalasi ini sedikit berbeda tergantung sistem operasi yang digunakan — Windows, macOS, atau Linux. Dalam tutorial ini, kamu akan mempelajari cara install Git di setiap sistem operasi, serta bagaimana melakukan konfigurasi awal Git agar siap digunakan di berbagai proyek.

Apa Itu Git dan Mengapa Penting?

Sebelum masuk ke proses instalasi, mari pahami dulu secara singkat apa itu Git.
Git adalah sistem kontrol versi yang dibuat oleh Linus Torvalds pada tahun 2005 — orang yang sama yang menciptakan Linux.

Git digunakan untuk:

  • Melacak perubahan kode dari waktu ke waktu.

  • Berkolaborasi dengan banyak developer tanpa konflik.

  • Mengembalikan versi lama kode jika terjadi kesalahan.

  • Mengelola cabang pengembangan (branching) dengan mudah.

Git menjadi fondasi dari banyak platform seperti GitHub, GitLab, dan Bitbucket. Jadi, menguasai Git adalah langkah penting bagi setiap developer, baik pemula maupun profesional.

Cara Install Git di Windows

Langkah 1: Download Git

  1. Buka situs resmi Git di https://git-scm.com/downloads

  2. Klik tombol Windows untuk mengunduh file instalasi .exe.

Langkah 2: Jalankan Installer

  1. Setelah file selesai diunduh, buka installer tersebut.

  2. Pilih Next di setiap langkah hingga muncul pilihan komponen.

    • Biarkan pengaturan default.

    • Pastikan opsi Git Bash Here dan Git GUI Here dicentang.

Langkah 3: Pilih Editor Default

Pada tahap ini, Git akan menanyakan editor teks yang ingin digunakan.
Secara default, Git menggunakan Vim, tapi kamu bisa menggantinya dengan Visual Studio Code jika sudah terinstal.

Langkah 4: Pilih PATH Environment

Pilih opsi:

Git from the command line and also from 3rd-party software

Opsi ini memungkinkan kamu menjalankan Git lewat Command Prompt atau PowerShell.

Langkah 5: Pilih HTTPS Transport Backend

Biarkan default di:

Use the OpenSSL library

Langkah 6: Selesaikan Instalasi

Klik Next sampai proses instalasi selesai, lalu klik Finish.

Langkah 7: Verifikasi Instalasi

Buka Command Prompt atau Git Bash, lalu ketik:

git --version
Jika muncul versi Git (misalnya git version 2.45.0), berarti instalasi berhasil

Cara Install Git di macOS

Ada dua cara utama untuk menginstal Git di macOS: melalui Homebrew atau installer resmi.

Metode 1: Menggunakan Homebrew (Disarankan)

Jika kamu sudah menginstal Homebrew, cukup jalankan perintah berikut di Terminal:

brew install git

Homebrew akan mengunduh dan menginstal Git versi terbaru secara otomatis.

Metode 2: Menggunakan Installer Resmi

  1. Buka situs https://git-scm.com/download/mac

  2. Unduh file .dmg dan jalankan instalernya.

  3. Ikuti petunjuk instalasi hingga selesai.

Verifikasi Instalasi

Setelah proses instalasi selesai, buka Terminal, lalu jalankan:

git --version

Jika muncul versi Git, berarti instalasi berhasil.

Bonus: Instalasi via Xcode Command Line Tools

Jika kamu menginstal Xcode, kamu juga bisa mendapatkan Git secara otomatis:

xcode-select --install

Ini akan menginstal Git bersama tool command line lainnya.

Cara Install Git di Linux

Untuk pengguna Linux, Git biasanya sudah tersedia di package manager masing-masing distribusi.
Berikut perintah instalasinya sesuai distro yang kamu gunakan:

Ubuntu / Debian

sudo apt update
sudo apt install git

Fedora

sudo dnf install git

CentOS / RHEL

sudo yum install git

Arch Linux

sudo pacman -S git

Setelah proses instalasi selesai, verifikasi dengan:

git --version

Jika muncul versi Git, maka Git sudah siap digunakan di sistem Linux-mu.

Konfigurasi Awal Git (Wajib Dilakukan)

Setelah Git terinstal, kamu perlu melakukan konfigurasi awal agar Git mengenali identitasmu setiap kali membuat commit.

Langkah 1: Atur Nama dan Email

Gunakan perintah berikut di terminal (ganti dengan namamu dan email GitHub-mu):

git config --global user.name "Nama Kamu"
git config --global user.email "emailkamu@example.com"

Perintah ini menyimpan identitas global yang akan digunakan untuk setiap proyek Git di komputer tersebut.

Langkah 2: Cek Konfigurasi

Untuk memastikan pengaturan sudah benar, jalankan:

git config --list

Kamu akan melihat output seperti:

user.name=Nama Kamu
user.email=emailkamu@example.com

Langkah 3: Pilih Editor Default (Opsional)

Jika kamu tidak suka editor default (Vim), ubah menjadi VS Code:

git config --global core.editor "code --wait"

Langkah 4: Atur Branch Default

Mulai dari Git versi baru, branch default menggunakan nama main.
Namun, jika ingin menyesuaikan, kamu bisa ubah dengan:

git config --global init.defaultBranch main

Cek dan Uji Git

Sekarang Git sudah siap digunakan! Untuk mengujinya, buat folder proyek dan inisialisasi repository:

mkdir proyek-coba
cd proyek-coba
git init

Git akan membuat folder .git yang berisi metadata proyekmu.
Kamu bisa menambahkan file dan melakukan commit pertama:

echo "Hello Git" > README.md
git add .
git commit -m "Commit pertama"

Jika semua perintah berjalan lancar, berarti Git berhasil diinstal dan dikonfigurasi dengan benar.

Menghapus Git (Jika Diperlukan)

Kalau suatu saat kamu ingin menghapus Git:

Windows

Gunakan fitur Add or Remove Programs, lalu cari “Git” dan klik Uninstall.

macOS

Jika diinstal via Homebrew:

brew uninstall git

Linux

Gunakan perintah sesuai distro:

sudo apt remove git

Atau:

sudo dnf remove git

Kesimpulan

Sekarang kamu sudah tahu cara install Git di Windows, macOS, dan Linux lengkap dengan konfigurasinya.
Meskipun setiap sistem operasi memiliki langkah yang sedikit berbeda, prinsipnya sama:

  1. Instal Git melalui metode resmi.

  2. Lakukan konfigurasi awal (nama dan email).

  3. Verifikasi instalasi dengan git --version.

Git adalah alat wajib bagi semua developer modern, terutama yang bekerja secara kolaboratif menggunakan platform seperti GitHub atau GitLab. Dengan mengikuti panduan di atas, kamu siap memulai perjalananmu dalam version control yang efisien dan profesional.